SNMPTN 2017 ~ Apa itu PDSS tentu semua sudah tahu karena memang untuk mendaftar dan masuk ke perguruan tinggi memang harus melalui PDSS jika jalur yang ditempuh adalah SNMPTN 2017 namun berbeda dengan SBMPTN yang dilakukan dengan cara tes tertulis.

Dalam seleksi SNMPTN 2017 berkaitan dengan PDSS ini maka sekolah memiliki peran yang sangat besar karena bisa masuk tidaknya siswa dalam seleksi SNMPTN tergantung dengan terkirim atau tidaknya data siswa serta rekap nilai raport dari semester 1 - 5 di PDSS Online.

Namun di seluruh Indonesia ada sangat banyak SMA/Sederajat dan tentu ada saja yang tidak melakukan proses pengiriman data PDSS, kira-kira apa ya akibatnya bagi sekolah tersebut? Karena untuk tahun lalu ada sanksi yang diperoleh oleh sekolah yang tidak mengirimkan PDSS yakni siswanya sulit diterima di PTN pada tahun selanjutnya.


Melalui Ketua SNMPTN UM, Prof Dr Hariyono MPd bahwa beliau menegaskan akibat dari sekolah yang tidak mengirim Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS) sesuai Jadwal Pengisian PDSS SNMPTN adalah tidak ada atau dengan kata lain tidak ada sanksi bagi sekolah yang tidak mendaftarkan siswanya dalam seleksi masuk PTN jalur SNMPTN.

“Tidak ada sanksinya jika tidak memanfaatkannya,” kata Hariyono, Selasa (7/2/2017).

Selanjutnya pihak panitia SNMPTN sendiri tengah gencar melakukan sosialisasi PTN jalur SNMPTN, agar prosesnya menjadi efektif maka sosialisasi berlangsung secara terbagi per wilayah.

PTN menyosialisasikan ke dengan cara membuat kesepakatan pembagian wilayah.

Dengan begitu, tidak terjadi tumpang tindih, misalnya Universitas Brawijaya (UB) wilayah sosialisasinya antara lain Kota Malang, Kota/Kabupaten Blitar. Sedang UIN Maulana Malik Ibrahim seperti ke wilayah Kabupaten Magetan.
Sedangkan UM wilayah sosialisasinya untuk Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Sementara itu, Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Kota Malang-Kota Batu, Adi Prajitno mengimbau sekolah memanfaatkan SNMPTN.

“Tetapi memang kembali kepada siswa antara meneruskan kuliah atau bekerja,” kata Adi.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMK YPK 17-2 Kota Malang, Slamet Riyanto. Biasanya, harapan orang tua dan siswa masuk SMK karena setelah lulus ingin bekerja. Menurutnya, memang tidak ada salahnya PTN mempromosikannya.

Hariyono menambahkan karena keterbatasan anggaran, belum semua sekolah terundang, termasuk sekolah kecil. Sehingga UM juga memberi info di website PTN ini.

“Adanya sosialisasi ini, maka tidak akan ada kekhilafan dari sekolah sehingga tidak ada kesalahan memilih prodi,” jelasnya.
Description
: Oh Jadi Begini Akibat Sekolah Tidak isi PDSS SNMPTN 2017
Rating
: 4.5
Reviewer
: Agus
ItemReviewed
: Oh Jadi Begini Akibat Sekolah Tidak isi PDSS SNMPTN 2017